4 Cara Masuk Universitas dan Perguruan Tinggi Negeri

Tes Masuk Universitas / Perguruan Tinggi Negeri

Calon mahasiswa sedang mengerjakan soal SNMPTN

Perguruan tinggi negeri adalah primadona bagi setiap orang yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan. Bukan hanya biayanya yang lebih murah, tapi kualitas pembelajaran mayoritas universitas/perguruan tinggi negeri lebih baik daripada swasta. Oleh karena itu tidak aneh setiap tahunnya banyak orang berbondong-bondong ingin masuk ke universitas negeri. Berikut ini kami sajikan beberapa cara masuk universitas dan perguruan tinggi negeri di Indonesia.

1. PMDK

Program PMDK dibuka oleh beberapa universitas dan perguruan tinggi negeri untuk menjaring siswa berprestasi untuk kuliah di universitasnya. Standar yang menjadi patokan nilai penentu PMDK adalah nilai raport dan prestasi di sekolah baik akademik maupun no-akademik. Biasanya beberapa universitas ternama mengharuskan nilai siswa setiap semesternya terus meningkat dari semester pertama kelas 1 SMA sampai semester terakhir kelas 3 SMA. Tapi beberapa universitas ada juga yang tidak mengharuskan hal itu, asalkan tidak ada nilai di bawah enam atau tujuh di raport siswanya.

PMDK adalah jalur masuk favorit siswa-siswa berprestasi karena tanpa melakukan tes tulis mereka dapat masuk ke universitas favorit mereka. Tapi hati-hati, karena siswa yang sudah diterima di melalui jalur PMDK tidak boleh mengundurkan diri. Jika tidak nama sekolah asalnya akan menjadi jelek, dan kuota siswa yang diterima di sekolah itu akan dikurangi.

Jika tertarik untuk mengikuti jalur PMDK maka langkah yang kita lakukan adalah kita harus bertanya kepada sekolah universitas mana saja yang membuka PMDK bagi sekolah tempat kita belajar. Tiap sekolah mempunyai universitas dan jumlah kuota yang berbeda, melihat prestasi sekolah tersebut dan prestasi mahasiswa yang berasal dari sekolah itu sebelumnya. Jika sudah mengetahui, kita tanyakan persyaratannya dan mengajukannya ke sekolah. Untuk PMDK kita tidak bisa memilih banyak universitas, biasanya hanya 1 atau 2 universitas saja yang boleh kita coba. Mengingat keadilan dengan teman lainnya yang ingin ikut PMDK. Takutnya karena saking bagusnya nilai raport kita, kita diterima di semua program PMDK yang kita daftarkan. Kita kan tidak bisa mengambil semuanya. Akhirnya kasihan kan teman kita yang lain yang tidak diterima karena kita.

2. SNMPTN Undangan
Pada dasarnya SNMPTN undangan hampir sama seperti PMDK. Panitia SNMPTN undangan melihat nilai raport siswa dan prestasinya di sekolah. Jadi prestasi kita di sekolah-lah yang menjadi penentu masuk atau tidaknya kita. Tapi pembedanya, untuk program SNMPTN undangan kita bisa memililih dua universitas berbeda dalam satu pendaftaran. Untuk PMDK kan kita harus mendaftar satu persatu untuk setiap universitas. Dan juga sekolah kita harus sudah diundang untuk mengikuti SNMPTN undangan. Jika sekolah kita belum diundang karena prestasinya kurang atau kurang terkenal, maka pasrah saja karena kita tidak bisa melalui jalur ini. Tapi jika mau berusaha kita bisa meminta kepada kepala sekolah untuk meminta kepada panitia SNMPTN undangan untuk memasukkan sekolah kita dari daftar. Dan ini juga perlu proses dan waktu karena perlu dilihat kelayakan prestasi sekolah kita.

3. SNMPTN/SPMB

SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang sekarang telah berganti nama menjadi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) merupakan jalur yang paling terkenal untuk masuk perguruan tinggi dan uiversitas negeri. Dikarenakan siapa saja dari seluruh Indonesia bisa mendaftar dan mencoba untuk masuk perguruan tinggi negeri maka pesertanya adalah yang paling banyak dan persaingannya adalah yang paling ketat.

Dalam SNMPTN kita boleh memilih 2 jurusan (IPA/IPS) atau 3 jurusan (IPC) tergantung dengan minat kita. Kita harus hati-hati dalam memilih jurusan dan universitas ini, karena kita harus menimbang seberapa mampu kita dan berapa banyak saingan kita nantinya. Jangan sampai kita memilih jurusan yang terlalu sulit sehingga kita tidak dapat meraihnya. Padah jika kita memilih jurusan lain atau jurusan yang sama di universitas lainnya bisa saja kita di terima. Sebagai panduan untuk mengetahi tingkat persaingan setiap jurusan, biasanya banyak tempat bimbingan belajar menyediakan panduan Passing Grade bagi siswanya. Ini adalah panduan bagi kita seberapa sulit mencapai jurusan yang kita inginkan. Jadi usahakan untuk memilih jurusan di Passing Grade yang tidak terlalu jauh dengan kemampuan kita.

Jika kita masuk melalui SNMTPN kita akan diberikan ujian tergantung dari jurusan yang kita ambil. Dalam SNMPTN ada kita program yaitu IPA, IPS, dan IPC.

  • Program IPA adalah khusus untuk calon mahasiswa yang ingin masuk jurusanĀ  IPA seperti matematika, biologi, tehnik, fisika, dokter, dll. Mata pelajaran yang diteskan juga mata pelajaran IPA + 3 mata pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Peserta boleh memilih maksimal 2 jurusan yang termasuk dalam program IPA.
  • Program IPS adalah khusus untuk calon mahasiswa yang ingin masukĀ  jurusan IPA seperti geografi, sosial politik, bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Sejarah, dll. Mata pelajaran yang diteskan adalah mata pelajaran IPS beserta Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jumlah jurusan yang bisa dipilih juga hanya 2 yang berada dalam kelompok IPS.
  • IPC adalah gabungan IPA dan IPS. Calon mahasiswa yang pilihan universitasnya berada di dua kelompok IPA dan IPS bisa mengambil program ini. Nanti calon mahasiswa boleh memilih 3 jurusan, tapi harus merupakan campuran antara IPA dan IPS. Jadi tidak boleh tiga-tiganya IPA semua atau IPS semua. Untuk tesnya pun calon mahasiswa akan menghadapi soal Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris beserta soal IPA di pagi hari dan siangnya soal IPS.

Nanti setelah selesai mengerjakan soal SNMPTN, panitia tidak akan mengumumkan berapa nilai kita. Mereka hanya akan mencantumkan siapa saja yang lulus masuk universitas yang mereka inginkan melalui website dan koran.

4. Ujian Masuk

Ujian Masuk adalah program yang dibuka beberapa universitas negeri secara mandiri untuk menjaring calon mahasiswa potensial. Tidak semua universitas membuka ujian masuk, hanya beberapa universitas negeri yang merasa kurang puas denan hasil SNMPTNlah yang membukanya. Jika ingin masuk melalui Ujian Masuk Mandiri, kita harus mendaftar langsung ke universitas yang kita inginkan dan mengerjakan soal tes langsung di kampusnya. Biasanya persaingan melalui Ujian Masuk lebih sedikit jika dibandingkan dengan SNMPTN, jadi bisa menjadi pilihan terakhir kita jika kita gagal dalam ujian SNMPTN.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.