Mungkinkah Mencontek Ketika SNMPTN/SPMB?

nyontek ketika ujian

Mungkinkah mencontek pada SNMPTN?

Di antara teman-teman pasti ada yang pernah merencanakan untuk mencontek ketika mengerjakan soal SNMPTN atau SPMB agar bisa masuk ke universitas negeri yang diinginkan. Mengingat sulitnya soal dan kebiasaan kebanyakan murid Indonesia yang menyontek ketika mengerjakan ujian, baik itu ulangan harian maupun ujian semester. Namun, mungkinkah untuk mencontek ketika mengerjakan soal SNMTPN?

Ini adalah pengalaman penulis dan teman penulis ketika mengerjakan ujian SNMTPN (waktu itu bernama SPMB). Sebelum menghadapi SNMPTN, saya berdiskusi dengan teman saya mengenai SNMPTN yang akan dihadapi. Teman saya bercerita kepada saya bahwa dia akan mengambil jurusan di universitas ternama dengan passing grade yang cukup tinggi. Dia yakin bisa masuk universitas itu karena ada temannya yang cukup pintar akan duduk di depannya. Jadi mereka  berdua berencana untuk bekerja sama ketika mengerjakan SNMPTN. Saya sebagai pendengar hanya mengiyakan saja rencananya dan melihat hasilnya nanti.

Dan ketika hasil SNMPTN diumumkan, alhamdulillah saya berhasil masuk jurusan bergengsi di salah satu universitas negeri di Jakarta. Dan yang lebih membanggakan lagi, saya mendapatkan hasil itu dengan kerja keras saya sendiri. Lalu bagaimana dengan hasil seleksi teman saya itu. Saya lihat di hasil pengumuman di koran, tidak ada satupun nomor pendaftarannya. Dan ketika saya bertemu dengannya lagi, seperti yang bisa dia tebak ternyata dia gagal masuk satupun universitas negeri yang dia inginkan. Dia mengkambing hitamkan sistem SNMPTN yang terlalu ketat. Katanya dia tidak bisa mencontek dengan temannya tersebut.

Well, itulah akibat dari menggantungkan diri dengan orang lain, apalagi jika dilalui dengan jalan haram. Sistem keamanan di SNMPTN memang cukup ketat. Ini sangat berbeda dengan Ujian Nasional yang cukup longgar di mana kebanyakan sekolah membiarkan murid mereka mencontek agar semuanya bisa lulus UN. Pada SNMPTN, pesertanya adalah campuran dari berbagai sekolah sehingga pengawasnya tidak pandang bulu lagi. Tas yang kita bawa diletakkan di depan kelas, sehingga kita tidak bisa membuka buku atau contekan. Pengawas SNMPTN juga sering berkeliling mengawasi peserta, jadi kita tidak punya kesempatan untuk mencontek. Dan yang paling parah, kita tidak kenal satupun peserta SNMPTN di ruangan tes tersebut karena panitia mengacak nomor pendaftaran SNMPTN. Jadi walaupun kamu dan teman-teman kamu mendaftar bersamaan waktu SNMPTN, kalian tidak akan bisa duduk bersama di satu ruangan yang sama. Karena nomor pendaftarannya diacak sehingga kalian harus ujian di ruangan yang berbeda. Paling banyak, hanya ada satu teman saja yang akan berada satu ruangan dengan kita.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.